—31
Setelah diantar oleh Kun, akhirnya Ten sampai di depan gedung Suh Gold Corp dengan membawa satu map berisi berkas yang dibutuhkan untuk persyaratan lamar pekerjaan.
Ten sampai tepat pukul 12.30. Seharusnya, ia bisa saja sampai 30 menit sebelumnya namun Kun yang rewel memarahi Ten mengenai pakaiannya.
Padahal, menurut Ten pakaian yang ia gunakan sudah pakaian yang sopan dan formal. Entahlah, Kun terlalu rewel dan ingin memberikan yang terbaik untuk Ten.
Ya meskipun ada perdebatan dulu di awal karena Ten yang gak mau ribet lagi. Tapi akhirnya Ten menurut.
Dengan membawa diri dan mapnya itu, Ten langsung masuk kedalam gedung sambil celingak-celinguk karena sebelumnya dia juga gak pernah datang ke kantor milik Johnny Suh ini.
“Permisi, cari siapa ya mas?” Tanya seseorang setelah melihat Ten yang celingak-celinguk di dekat pintu masuk.
“Oh, saya ada janji dengan Pak Johnny.” Ucap Ten sambil membenarkan kemeja yang ia gunakan.
“Mohon maaf mas, Pak Johnny yang mana ya?” Tanya Laki-laki tersebut bernametag Kim Jungwoo.
Nahloh, Ten jawab apa?
Ten mana tau Johnny yang mana, bentukannya gimana. Dia kan gak pernah ketemu.
“Maaf mas, emang disini ada berapa Johnny ya?” Tanya Ten, sebanyak apa coba Johnny di kantor ini.
“Kebetulan yang namanya Johnny ada 5 mas, mas cari Johnny yang mana nih? Biar saya bantu.” Jawab Jungwoo membuat Ten melotot.
“Hah? ini kantor ternak nama Johnny apa gimana mas?” Ucap Ten membuat Jungwoo tertawa.
“Jadi, mas cari Johnny yang mana?” Tanya Jungwoo lagi.
“Gak tau saya mas, saya belum pernah ketemu dia.” Ucap Ten sambil menggaruk tengkuknya.
“Sebelumnya, mas mau ketemu Pak Johnny dalam rangka apa yaa?”
“Saya mau lamar pekerjaan mas,”
“OH! Itu sih Pak Johnny Suh, bos kita mas.” Ucap Jungwoo sambil menepuk kedua tangannya.
“Nah! Iya mas, Pak Johnny Suh!” Ucap Ten ikutan antusias seperti Jungwoo. Keduanya sudah seperti habis menemukan harta karun.
Ten bodoh juga kenapa gak langsung nyebut nama panjang Johnny. Kenapa harus mikir Johnny yang bentukannya seperti apa.
“Mas ini Mas Ten ya?” Tanya Jungwoo memastikan.
Ten mengangguk.
“Oh iya, tadi Pak Johnny sudah kasih pesan ke saya untuk mengantar mas ke ruangan Pak Johnny terlebih dahulu. Pak Johnny masih dalam perjalanan.” Ucap Jungwoo.
“Baik mas, terima kasih ya.” Ucap Ten kemudian mengikuti Jungwoo dari belakang seperti marmut.
“Sini mas jalan sebelah saya, kayak musuhan aja jalan dibelakang saya hahaha.” Ucap Jungwoo kemudian menyuruh Ten untuk jalan di sebelahnya.
Ten menurut untuk jalan di sebelah Jungwoo, keduanya terdiam. Lebih tepatnya Ten sih yang kurang gampang bersosialisasi apalagi jika sedang sendiri tanpa ada Kun dan Doyoung.
Dia menjadi Ten yang sangat berbeda.
Akhirnya Ten dan Jungwoo sampai di lantai 7 dan keduanya sudah berdiri di depan ruangan Johnny.
“Mas tunggu di depan ruangan aja disini ya mas, biar saya minta buatkan masnya minuman dulu.” Ucap Jungwoo kemudian pergi begitu saja meninggalkan Ten yang sudah duduk manis di depan ruangan Johnny.
Lumayan lama Ten menunggu Johnny di depan ruangannya.
Kalau gak inget mau lamar pekerjaan dan dia butuh, mungkin Ten udah keluar lagi dari kantor ini.
Karena serius, Ten udah nunggu sekitar 30 menit lebih sampai-sampai banyak orang yang liatin dia.
Dikira dia cowok bayaran bosnya kali, Enak aja. Yaudah akhirnya Ten cuma melototin orang-orang itu.
@roseschies🌸