—56

Johnny sampai duluan sebelum teman-temannya di cafe Taeil.

Memang, diantara ketiga orang itu apartemen Johnny paling dekat dengan cafe Taeil.

Setelah membuka pintu cafe tersebut dengan sikut, Johnny menyapa Taeil yang sedang di depan meja kasir.

Oh, Taeil hari ini kembali membantu di meja kasir.

Bosan, Katanya.

“Bang!” Panggil Johnny setengah teriak, untung saja di dalam cafe hanya ada beberapa orang.

Oi Jo! Sendirian lagi?” Tanya Taeil sesampainya Johnny di depan meja kasir.

“Yuta sama Jaehyun nanti kesini, lagi dijalan kayaknya.” Jawab Johnny sambil menatap menu yang tertera disana.

Hari ini dia butuh asupan yang manis-manis.

“Gue mau milk shake yang chocolate aja bang satu, makanan atau pesenan lainnya nunggu Yuta sama Jaehyun aja.” Pesan Johnny pada Taeil kemudian Taeil mencatat pesanan Johnny.

“Duduk aja Jo, nanti gue panggil.” Ucap Taeil mempersilahkan Johnny untuk duduk terlebih dahulu.

“Lah, gue gak bayar?” Tanya Johnny membuat Taeil tepuk jidat.

“Lupa gue! Mau bayar pake apa?” Tanya Taeil kemudian Johnny memberikan kartu debit miliknya.

“Nih, duduk dulu Jo.” Ucap Taeil setelah melakukan pembayaran dan memberikan kartu milik Johnny.

Johnny memilih duduk di tempat yang biasa ia duduki jika mendatangi cafe Taeil.

Sambil menunggu pesanan dan menunggu Yuta serta Jaehyun datang, Johnny hanya mengotak-ngatik ponselnya, bahkan dia gak tau mau buka social media apa.

Semua kosong.

Mau chat Ten pun dia gak tau harus chat apa.

Dia belum sedekat itu sama Ten.

Kan gak lucu kalau tiba-tiba sok dekat, yang ada belum PDKT Ten keburu kabur.

Sudah, makin aja gagal Johnny untuk mendekati Ten.

Omong-omong mengenai lelaki bernama Ten ini, sepertinya Johnny benar-benar menyukai lelaki manis itu.

Entah, Johnny hanya menyukainya.

Padahal, baru sekali ia bertemu dengan Ten.

Perasaan ini sungguh aneh.

Johnny merupakan salah satu orang yang tidak percaya akan hal love at first sight. Tapi untuk sekarang, apakah ia sedang terkena karma?

Maksudnya, karma karena tidak percaya akan hal tersebut.

Entahlah.

Setelah menyibukkan diri dengan pikirannya itu, Johnny seperti mendengar suara Ten di sini.

Aneh, masa dia halusinasi sampai mendengar suara Ten?

“Eh iya Kun, Ten. Hati-hati! Salam buat Doyoung!” Ucap Taeil setengah teriak sambil membuat minuman dan berbicara kepada seseorang entah siapa itu.

Tapi hal tersebut membuat atensi Johnny sepenuhnya teralihkan dari pemikiran anehnya itu dan melihat kearah Taeil.

Itu, Ten.

Bersama lelaki di sebelahnya.

Ten terlihat sangat dekat dengan lelaki tersebut.

Bahkan, Ten tak malu-malu untuk memeluk lengan lelaki disebelahnya itu.

Siapa tadi? Kun?

“Oh, sibuknya ternyata jalan sama cowo ya...”

“Kayaknya, lo harus mundur Jo. Dia udah punya gebetan?”

“Gebetan, bukan?”

“JO! Ngelamun aja lo dipanggilin daritadi!” Ucap Yuta sambil menepuk pundak Johnny membuat Johnny 100% sadar dari aksi ngelamunnya itu.

“Lah udah sampe lo berdua?” Ucapan pertama yang keluar dari mulut Johnny membuat Jaehyun menoyor kepala Johnny.

“Daritadi anjir, dipanggilin lo bengong doang. Mikirin apa? Utang?” Tanya Yuta kemudian duduk di depan Johnny serta Jaehyun yang duduk di sebelah Yuta.

Keduanya sudah memesan terlebih dahulu.

Johnny menggedikkan bahunya, “Gak tau gue mikirin apaan. Gue mana pernah punya utang, yang ada gue gak tau mau ngabisin duit kemana lagi.”

“SOMBONG LO TAI.” Ucap Yuta sedangkan Jaehyun hanya menggeleng, capek liat temennya ini.


@roseschies 🌸