✨
Seminggu kemudian akhirnya Johnny membawa salah satu sosok yang ingin ditemui oleh Jaehyun dan Yuta. Sebelumnya, Johnny sudah memberikan titik lokasi di grup agar Jaehyun dan Yuta mudah menemui mereka.
“Mas, ini ada apa sih emang?” Tanya lelaki itu pada Johnny yang sedang berdiri di sampingnya.
Johnny menggeleng, “Ga ada apa-apa kok.”
Tak lama kemudian Johnny bisa mendengar suara mobil Jaehyun dan Yuta sampai.
Tangan Johnny semakin keringat dingin, kemudian menunggu Jaehyun dan Yuta turun dari mobilnya sedangkan lelaki yang berada di samping Johnny hanya diam menunggu karena sebenarnya dia tidak tau ada apa ini, dirinya hanya nurut ucapan Johnny saja.
Jaehyun dan Yuta turun dari pintu pengemudi dengan mata yang sembab dan merah. Kedua lelaki itu terlihat benar-benar lelah dan sepertinya habis menangis.
Tetapi ketika melihat lelaki yang berada di samping Johnny dan Johnny yang sedang memegang erat tangan lelaki itu membuat mimik wajah Yuta dan Jaehyun berubah, wajah mereka berdua memerah menahan emosi.
Yuta dan Jaehyun berjalan menuju di mana Johnny dan lelaki tersebut berdiri.
“Oh, dia?” Tanya Yuta langsung to the point kemudian Johnny mengangguk.
“Mas, ini ada ap-”
“Wow, panggilannya beneran udah mas mas ya? Ck.” Celetuk Jaehyun membuat lelaki itu berhenti mengucap, menciut.
Yuta menghela nafas, “Lo tau, gue sama Jaehyun habis ketemu sama Ten. Sengaja sih gue ceritain begini.”
Johnny yang mendengar hal tersebut langsung terkejut, “Kabarnya dia gimana Yut?”
Jaehyun tertawa gak ada lawan ternyata Johnny. Bahkan di samping lelaki ini aja masih bisa nanyain kabar lelaki lain. Haduh.
“Ten itu siapa Mas?” Tanya lelaki itu lagi.
Yuta menggelengkan kepala, pinter banget temennya ini nutupin sesuatu.
Yuta dan Jaehyun bahkan sampai kehabisan kata melihat se-tragis apa hidup Ten saat ini. Yuta dan Jaehyun mampu menutup mulutnya rapat-rapat mengenai di mana Ten sekarang.
Intinya, Ten dibawa ke suatu tempat di mana Johnny sama sekali tidak akan pernah bisa menemukan tempat itu. Ten juga disediain psikiater 24 jam hanya khusus nemenin Ten. Taeyong dan Winwin selalu berganti-gantian nemenin Ten di sana. Bahkan, Kun dan Doyoung rela pindah tempat kerja supaya tidak jauh dari tempat Ten berada.
Omong-omong tentang Kun dan Doyoung, Yuta langsung kembali ke mobilnya lalu membuka pintu belakang.
Johnny sukses menganga lebar.
Di sana ada Kun dan Doyoung dengan tatapan yang sama dengan Taeyong sebelumnya. Namun kali ini, terlihat lebih datar, tanpa ekspresi.
Tetapi siapapun bisa tau, tatapan itu menyimpan banyak dendam besar.
“Gue gak nyuruh lo buat bawa Kun dan Doyoung, Je.” Johnny meninggikan suaranya pada Jaehyun membuat Jaehyun berdecak kesal.
“Sahabatnya wajib tau, siapa sosok lelaki yang bikin sahabatnya sampe segitunya, Jo.” Timpal Yuta sesampainya ia di depan Johnny, Jaehyun, dan lelaki itu bersama dengan Kun dan Doyoung di belakangnya.
Tatapan Doyoung berubah menjadi tatapan tidak suka kemudian ia maju memberanikan diri untuk mendorong lelaki yang berdiri di samping Johnny. “Oh, lo orang dibalik akun lumba-lumba? Sukses ya lo bedua ngerusak hidup seseorang.”
Doyoung tertawa entah menertawakan apa tetapi beda dengan matanya yang mengeluarkan air mata, ia terlalu menahan emosi yang ada di dalam tubuhnya.
“Gila, bercanda banget lo berdua. Lucu banget, ayo dong ketawa hahaha, gitu.” Tambah Doyoung lalu sepersekian detik tawanya hilang dan ia bawa tangannya mengusap air mata yang menetes di pipinya. Mimik wajahnya berubah menjadi datar lagi.
“Lo tau gak sih? ada seseorang yang berjuang hidup matinya di sana? Hahahah. Kurang ajar. Lo itu kurang ajar! Berhasil lo ngambil Johnny dari seseorang, berhasil banget. Murahan lo?” Teriak Doyoung tepat di depan muka lelaki yang berada di samping Johnny membuat Johnny mendorong pelan tubuh Doyoung menjauh dari lelaki itu.
“Lo gak berhak marahin dia sampe kayak gini.” Ucap Johnny tanpa berpikir panjang kemudian menarik lelaki itu supaya tetap berada di dekatnya.
Doyoung meremat tangannya kuat-kuat sedangkan Kun tertawa hebat sambil menepuk tangannya.
“Oh sekarang lo belain dia? IYA? Lo gila, sinting, gak waras Johnny.” Teriak Kun dilanjut dengan tawanya dan tepuk tangan melihat kelakuan Johnny yang tiada tanding.
“Tapi gak membenarkan lo harus ngata-ngatain dia.” Tambah Johnny masih menjaga lelaki tersebut.
“Dan lo juga gak bisa seenak jidat nyakitin sahabat gue, DUA KALI JOHNNY.” Bentak Doyoung sedangkan Johnny langsung menunduk, diam.
Tangan Johnny masih memegang erat lelaki itu sedangkan lelaki yang berada di samping Johnny hanya diam tidak bereaksi sama sekali.
“Sekarang gue tau dan gue gak perlu nanya siapa yang lo pilih, pasti jawabannya dia kan.” Final Doyoung kemudian memundurkan diri sampai berdiri tepat di sebelah Yuta dan Kun.
Doyoung memegang tangan Kun dan Yuta lalu menarik kedua lelaki itu menuju mobil Yuta tanpa meminta persetujuan. Sedangkan Jaehyun ikut berlari menuju mobilnya meninggalkan Johnny dan lelaki itu.
“Itu orang tau gak sih kalo Johnny punya pacar dibelakang dia?” Tanya Kun tiba-tiba setelah masuk ke dalam mobil Yuta.
Doyoung mengedikkan bahu, “Au dah. Tau kali. Diliat dari reaksinya yang kayak orang nggak bersalah berarti dia tau dan dia ngerasa menang karena dia berhasil dapetin Johnny. Iya gak sih?”
“Mana gue tau anjir, lo main narik gue aja belom juga kelar nanya.”
Doyoung mengusap wajahnya frustasi, “Abisan gue kesel anjing. Bodo amat lah. Emosi gue liat muka mereka, mau nonjok tapi liat bekas tonjokkan Taeyong masih ada jadi gajadi. Takutnya makin runyam.”
Kun menghela nafas, “Yaudah, gak usah peduliin tuh dia. Sekarang kita cukup jaga Ten aja. Udah beberapa minggu dia masih gumamin nama Johnny terus.”
Doyoung mengangguk, masa pemulihan Ten sepertinya tidak akan cepat dan memakan waktu lama.
@roseschies