chit chat

cw // kissing

“Jo,” Panggil Ten sedangkan Johnny yang sedang menutup koper langsung berhenti dan menengok kearah Ten sambil menyahut panggilan dari Ten.

“Emang abang sama Dejun ada apa deh? Kok kayaknya kamu godain abang sama Dejun terus?” Tanya Ten lalu mengambil koper yang sudah ditutup oleh Johnny kemudian ia geret dan diletakkan di dekat pintu.

Johnny terkekeh kemudian duduk di atas kasur sedangkan Ten selesai meletakkan koper langsung ikut duduk di atas kasur dan meletakkan kepalanya di atas dada bidang milik Johnny, “Ga ada apa apa sih. Tapi emang kamu nggak ngerasa sesuatu gitu?”

Ten menggeleng, “Nggak. Emang kenapa? Kayaknya mereka biasa biasa aja tuh kayak abang ke Lucas Mark.”

Johnny mencubit hidung milik Ten gemas, suami mungilnya ini kurang peka ternyata. Padahal kan terlihat jelas setiap Dejun sedang di rumah mereka, gerak gerik Hendery beda.

“Ih kenapa hidung aku dicubit sih!” Ten memukul dada Johnny membuat Johnny mengaduh kesakitan lalu terkekeh.

“Kamu, gemes banget padahal udah punya dua anak tetep aja awet muda.”

Ten langsung menutup kupingnya, ia tau sekali habis ini Johnny akan berbicara tentang apa.

“Soalnya suaminya aku sih ya, jadi kamu awet muda deh— Kamu mah begitu sampe tutup kuping.” Ambek Johnny kemudian memanyunkan bibirnya membuat Ten bergidik ngeri.

Tak ada perubahan Johnny tetap memanyunkan bibirnya kebawah, masih ngambek dengan suaminya itu. “Aku ngambek kok di diemin ajaa????”

Ten menjulurkan lidahnya, “Ya biariinn.”

Tanpa aba-aba Johnny memajukan tubuhnya kemudian mengecup bibir Ten membuat si pemilik berteriak keras.

“JOHNNY!!!!”

Johnny tertawa gemas melihat Ten yang sekarang malah memanyunkan bibirnya kebawah, bete dia.

Johnny merentangkan tangannya, “Sini sini iya nggak, bercanda sayangku. Sini peluk, kita bobo.”

Ten terkekeh lalu merangkak kearah Johnny lalu kembali menidurkan kepalanya di atas dada milik Johnny sedangkan Johnny kemudian mengecup pucuk kepala Ten dengan sayang.

“Jantung kamu berisik banget Jo hehehe.” Ledek Ten tetapi Johnny tetap asik mengelus surai milik Ten.

Sudah berbelas tahun lebih mereka bersama, tetapi rasanya setiap berada di sebelah Ten tidak pernah ada yang berubah entah untuk jantung, hati, dan pikirannya. Semuanya selalu sama sampai detik ini.

Tak mendengar respon apa apa dari Johnny membuat Ten mendongakkan kepalanya untuk melihat kearah Johnny sedangkan Johnny hanya memasang wajah bertanya.

Ten menggeleng, “Nggak gapapa hehehe.”

“Kenapa sayang?”

Ten menggeleng, lagi kali ini bibirnya terasa kering kemudian ia bawa lidahnya untuk menjilat bibirnya.

Jantung milik Ten tiba-tiba berdegup kencang seiring dengan Johnny yang semakin menatap dirinya lekat.

Tatapan Johnny turun kearah bibir Ten lalu Johnny membawa tangannya mengelus bibir itu pelan.

Johnny memajukan tubuhnya lalu mengecup kembali bibir milik Ten.

Beberapa detik hanya menempel. Namun, di detik selanjutnya Johnny membuka mulutnya kemudian lidah miliknya meminta Ten untuk membuka mulutnya dan Ten langsung mempersilahkan sang tamu tersebut masuk untuk mengobrak-abrik isi mulutnya.

Setelah dirasa Ten kehabisan nafas, Ten memukul dada Johnny membuat keduanya terkekeh masing-masing dengan Johnny yang mengelap saliva milik keduanya yang tertinggal di pinggir bibir Ten.

“Dah yuk, bobo. Sini.” Ucap Johnny lalu merengkuh tubuh mungil milik Ten masuk kedalam pelukannya kemudian menarik selimut untuk menyelimuti tubuh keduanya.

Johnny mengecup kening Ten, “Selamat tidur, mimpi indah sayang.”

Ten mengangguk lalu menutup kedua matanya, “Hm, Kamu juga Jo.”

°°°

@roseschies