complicated

Akhirnya jam istirahat yang paling ditunggu oleh murid murid datang juga.

“Udah ya ini aja? Awas lo tiba-tiba ada tambahan mendadak.” Ucap Jeno setelah menulis list makanan dan minuman yang dipesan oleh Haechan dan Renjun di dalam ponselnya itu.

Haechan dan Renjun mengangguk mantab, kali ini mereka tidak akan menyusahkan kedua temannya itu.

Jeno dan Jaemin pergi beli minuman dan makanan karena memang hari ini bagian mereka buat menerobos lautan manusia di kantin.

Tersisalah Renjun dan Haechan, sambil menunggu Jeno dan Jaemin keduanya saling berbagi cerita dari Haechan yang bercerita tentang dirinya dengan Mark kemarin sampai pada akhirnya Renjun membuka cerita miliknya.

“Nana makin deketin gue, chan.” Ucap Renjun mengawali ceritanya pada Haechan sedangkan Haechan hanya mengangguk, dirinya tau kok, sangat terlihat, bagi dirinya.

“Gue bingung banget, gimana ya chan.” Tambah Renjun lagi.

Haechan menggaruk tengkuknya, untuk masalah gimana, Haechan pun tidak punya hak, karena bagaimananya itu semua tergantung Renjun juga perasaan yang Renjun miliki.

Jika Haechan bilang percintaan Renjun ini rumit, memang. Memang Rumit.

Bakso jembatan depan.

Haechan dan Renjun bilang hal tersebut merupakan insiden bakso jembatan depan dan hanya Haechan juga Renjun yang mengetahui hal tersebut, karena Jeno itu orang yang nggak pekaan.

Suatu hal kecil yang dilakukan Jeno pada saat itu dapat membuat hati milik Renjun tergerak.

Renjun memang menyukai Jeno, temannya sendiri. Tetapi sudah bertahun-tahun Jeno sama sekali tidak tau akan hal tersebut.

Terlebih karena keduanya masih kecil dulu, masih SMP.

Renjun pikir, perasaan yang dia miliki untuk Jeno hanya sekedar cinta monyet, yang sebentar hilang gitu aja. Ternyata nggak, sampai detik ini, Renjun masih menyimpan perasaannya untuk Jeno dan hanya Renjun juga Haechan yang mengetahui hal tersebut.

Renjun bahkan sempat bilang sesuatu ke Haechan,

“Gapapa Chan, sampe kapanpun cukup gue aja yang rasain rasa ini, Jeno nggak perlu tau.”

Bahkan disaat Jeno sempat memiliki pasangan kala itu, Renjun hanya bisa tersenyum melihatnya.

Renjun kembali mengucapkan sesuatu ke Haechan,

“Chan, suka sama temen sendiri itu beneran harus hati-hati Chan. Gapapa Chan, gue lebih milih liat dia bahagia kayak gini ketimbang Jeno tau dan momogi rusak cuma karena gue egois akan perasaan gue.”

Bahkan disaat sekarang, Renjun pun sadar, Jeno menyukai Jaemin, teman barunya itu dan Renjun semakin mematung disaat dirinya juga sadar, Jaemin berusaha mendekati dirinya, sejak awal.

Haechan bukan buta terhadap hal tersebut, banyak sekali kelakuan ketiganya di sekolah yang tertangkap oleh mata Haechan.

Dari Jeno yang suka deketin Jaemin, Jaemin sih memang nggak nolak tetapi Haechan tau mata Jaemin tertuju untuk Renjun. Sedangkan Renjun yang sebenarnya lagi liatin Jeno, ngebuat Jaemin salah perkiraan.

Ah, memang benar, masalah percintaan mereka sangat rumit.

Haechan maupun Renjun belum bisa berfikir panjang tentang ini, tentang rasa milik Renjun untuk Jeno, rasa milik Jeno untuk Jaemin, rasa Jaemin untuk Renjun, juga tentang momogi, kedepannya.

Haechan tau, ketiga temannya ini lebih paham daripada siapapun, Haechan juga bersiap diri jadi mediator semisal semua akhirnya terkuak.

Karena apapun itu, pasti momogi suatu saat akan retak, meskipun tidak akan pernah pecah karena lem mereka, begitu rekat.

Renjun menatap jam dinding yang ada di dalam kelasnya, diam.

Haechan baru saja ingin membuka mulutnya untuk berbicara sesuatu pada Renjun,

“WOI SUASANA SERIUS AMAT. Nih makanannya udah dateng.” Tiba-tiba saja Jeno sudah datang menggebrak meja Haechan dan Renjun sambil meletakkan makanan milik keduanya.

Sialan Jung Jeno

Akhirnya Renjun hanya mengangguk sambil menatap Haechan membuat Haechan paham dan berakhir mereka makan bersama di meja milik Haechan dan Renjun.


@roseschies