Destiny
Ten menginjakkan kakinya tepat di titik lokasi di mana si 'seseorang' tersebut kirimkan kepada dirinya minggu lalu.
Ten mengambil ponsel yang berada di saku celananya untuk melihat jam.
22.05.
Ten hanya telat 5 menit.
Ten menengok kesana kemari mencari 'seseorang' tersebut namun tidak ada siapa-siapa, hanya ada laut lepas yang Ten lihat dengan matanya.
Iya, Ten sekarang berada di sebuah pantai, bahkan Ten baru sadar kalau ada pantai seperti ini di dekat daerahnya.
Padahal beberapa hari lalu Ten dan Taeyong mencari lokasi ini dengan susah payah, tetapi kali ini dirinya menemukan lokasi ini sangat mudah.
Menunggu 5 menit, 10 menit, bahkan 30 menit namun Ten tidak kunjung bertemu dengan 'seseorang' tersebut.
Ten mendengus, kesal dengan dirinya yang gampang percaya dengan hal seperti ini.
Apa jangan-jangan, 'seseorang' itu sudah pergi karena di sana tertulis bahwa dirinya harus tepat waktu.
Tetapi, Ten hanya telat 5 menit kok?! Tidak jadi masalah, seharusnya kan?
“Bisa-bisanya gue dimainin kayak gini. Woi siapapun lo, keluar gak?!” Teriak Ten namun hanya angin yang membalas teriakannya.
Sudah terlalu lama ia menunggu untuk sesuatu yang tidak pasti.
Benar kata sahabatnya, Taeyong.
Seharusnya memang ia tetap tidak percaya akan hal tersebut. Mimpi hanyalah mimpi.
Ten akhirnya bangun dari duduknya kemudian membersihkan celana miliknya yang kotor terkena pasir kemudian meninggalkan tempat tersebut lalu kembali pulang menuju kosannya menggunakan motor milik Taeyong.
@roseschies