mood swing

— cerita singkat johnten

⚠️ mpreg


“Ten” Johnny memanggil nama Ten sambil mengikuti lelaki mungil itu yang sedang jalan terburu-buru masuk ke dalam kamar.

Johnny bahkan beberapa kali mencoba untuk meraih tangan si mungil namun lelaki itu sangat cepat menarik kembali tangannya.

Ten buru-buru naik ke atas kasur lalu menarik selimut dan meringkuk dibalik selimut.

“Ten, dengerin aku dulu sayang.” Suara Johnny melembut.

Johnny bawa tubuhnya naik ke atas kasur lalu menepuk tubuh milik Ten yang sudah terbalut dengan selimut, bahkan kepalanya Ten masuk ke dalam selimut itu.

Sayang, nanti kamu susah nafas.” Johnny menarik pelan selimut tersebut guna menyingkirkan dari wajah Ten, ia takut Ten tidak bisa bernafas dengan benar di dalam sana.

Namun Ten menarik kembali selimut itu, menutup seluruh tubuh hingga wajahnya dan berbalik arah memunggungi Johnny.

“Dengerin aku dulu sayang, kamu salah paham.” Johnny masih menepuk lengan milik Ten berharap Ten-nya itu bisa mendengar penjelasannya sedikit.

“Apalagi Jo? Apalagi yang mau kamu jelasin?!” Teriak Ten dari dalam selimut kemudian ia semakin mengeratkan selimutnya, tidak memberi akses untuk Johnny membuka selimut tersebut.

Johnny menidurkan tubuhnya disamping Ten lalu membawa tangannya memeluk pinggang milik Ten dan mengecup pucuk kepala Ten yang tertutup selimut, “Sayang, tadi aku tuh mau—”

“Mau apa lagi?! Mau apa?!” Teriak Ten lagi dari dalam selimut.

Johnny kembali mengecup pucuk kepala milik Ten lagi guna menenangkan Ten-nya ini, “Aku tadi pulang mau langsung cium kamu dulu tapi Louis ngehalangin jadi aku cium Louis dulu.”

“Bohong! Bilang aja kamu lebih sayang Louis daripada aku, kan?! Bilang aja Jo.” Bantah Ten masih dengan selimut yang menutupi wajahnya.

Johnny mengeratkan pelukannya lalu pelan-pelan membuka selimut yang menutupi wajah Ten.

Meskipun Ten masih memunggungi Johnny namun ia bisa memastikan Ten masih dengan bibir yang melekuk kebawah, ngambek.

“Sini, madep aku dulu coba.”

Ten menggeleng.

Sayang.

Ten menggeleng, lagi.

Kitten, look at me.

Ten menciut, kemudian membalikkan tubuhnya menghadap Johnny yang sedang tersenyum manis kearahnya.

Johnny mengelus poni yang menutupi jidat milik Ten lalu mengecup jidat Ten dengan lembut, “Kalau mau aku cium, bilang sayang. Pasti kerjaannya adek bayi ya ini, bikin Papa-nya jadi mood swing, hm?”

Johnny mengelus perut ber'isi' milik Ten sambil melantunkan kalimat-kalimat baik semoga di dengar oleh bayi di dalamnya, “Anak baik, anak pintar, anaknya Papa Ten dan Daddy Jo, baik-baik di dalam ya. Kami sayang kamu, sehat terus, jaga tubuh Papa Ten supaya selalu fit, Ingatkan Papa Ten jika sudah terlalu lelah untuk beristirahat.”

Ten ikut tersenyum sambil mengelus lembut surai milik Johnny itu.

Bahkan, dirinya lupa sebelumnya sedang ngambek dengan suaminya itu hanya karena suaminya lebih memilih mencium hewan peliharan milik keduanya dibanding mencium dirinya terlebih dahulu.


@roseschies