morning sickness

— cerita singkat johnten lainnya (lagi)

⚠️ mpreg.


Pagi hari ini tidak seperti biasanya karena hari ini dibuka oleh kegiatan dimana Johnny dan Ten yang sibuk di kamar mandi.

Tidak, ini bukan kegiatan yang biasanya mereka lakukan ketika sedang baik-baik saja. Tapi kali ini kegiatannya cukup berbeda membuat Johnny khawatir setengah mati.

Johnny dengan pelan mengurut tengkuk milik Ten yang sedang mengeluarkan isi perutnya di wastafel kamar mandi.

Terlalu pagi untuk memulai aktifitas, namun Ten tiba-tiba terserang morning sickness dimana mual dan muntah yang terjadi saat hamil, dan sebagai suami yang siap siaga, Johnny yang sebelumnya masih tertidur dengan nyenyak itu buru-buru membantu suami mungilnya untuk mengeluarkan isi perutnya di pagi hari.

“Lemes Jo—HOEK” Baru sepatah kata keluar dari mulut Ten tetapi lelaki itu kembali mengeluarkan isi perutnya lagi di wastafel.

Johnny kembali mengurut pelan tengkuk milik Ten sambil mengucapkan kalimat kalimat baik untuk suami mungilnya itu.

Setelah dirasa Ten sudah selesai mengeluarkan isi perutnya dan tidak ada tanda tanda ingin mengeluarkannya lagi, Johnny dengan sigap mengangkat tubuh Ten lalu menggendong suaminya itu seperti koala.

Sedangkan Ten memeluk erat tubuh Johnny dan melemas dipelukan Johnny.

Johnny kemudian meletakkan tubuh Ten dengan pelan di kasur lalu mengelus surai milik Ten dengan lembut, “Aku nggak tega liat kamu kayak gini, mending aku aja yang muntah.”

Dengan tatapan sendu, Johnny masih mengelus surai milik Ten.

“Kamu ada yang dimau nggak sayang? makan apa gitu, ya?” Tanya Johnny, kemudian Ten kembali menggeleng lalu tak lama kemudian lelaki itu merasa bahwa ingin mengeluarkan isi perutnya lagi.

Ten mendorong tubuh Johnny kemudian lari kearah kamar mandi dan kembali mengeluarkan isi perutnya.

Johnny ikut berlari dan mendekat kearah Ten namun Ten melarang Johnny untuk mendekat kearahnya.

“Jooo, kamu bauuuuu.” Rengek Ten, lelaki ini ingin sekali memeluk suaminya namun suaminya terlalu bau untuk dirinya sekarang.

Johnny terdiam di depan kamar mandi, perasaan semalam dia sudah mandi dengan sabun yang dibelikan oleh Ten.

Belakangan ini memang Ten sangat ribet dengan masalah perwangian yang ada di tubuh Johnny, sesaat dia ingin wangi yang sangat manis namun keesokannya lelaki itu ingin Johnny berbau maskulin.

“Kamu mandi sekarang dongg. Aku mau peluk, tapi kamu bauuuu. Nanti aku muntah lagi kalau deket-deket kamu terus.” Ucap Ten setelah selesai mengeluarkan isi perutnya itu lalu menatap kearah Johnny yang masih diam tak berkutik di depan pintu kamar mandi, jarak keduanya lumayan jauh dan Ten tidak bisa mencium bau Johnny dari sini.

Johnny akhirnya keluar untuk mengambil baju dan dalamannya lalu keluar dari kamarnya menuju kamar mandi tamu yang berada di luar, takut takut jika ia mandi di dalam kamar mandi yang berada di dalam kamarnya itu tiba-tiba Ten ingin muntah lagi.

Sedangkan Ten kembali menidurkan tubuh lemasnya di kasur sambil menunggu suaminya selesai mandi, ia tak sabar ingin kembali memeluk erat suaminya.

Butuh waktu 15 menit untuk Johnny mandi kemudian kembali ke dalam kamar lalu mendekat kearah Ten yang sedang bermain ponsel di kasur itu.

Johnny menidurkan tubuhnya tepat disamping Ten kemudian mengecup pelipis Ten.

Ten yang mencium bau harum dari sekitarnya kemudian meletakkan ponselnya lalu memeluk erat tubuh Johnny, “Wangiiiiii! Suka hehehehe.”

Johnny tersenyum, kemudian mencium kening milik Ten, “Kamu mau makan apa sayang? kasian perut kamu udah kosong banget. Aku bikinin yah?”

Ten melengkungkan bibirnya cemberut, “Perut aku nggak enak Joooo”

Johnny semakin mengeratkan pelukannya kemudian mengelus punggung Ten pelan, “Sayang, ini bisa nggak mualnya dikasih ke aku aja... Beneran nggak tega liat kamu yang biasanya begajulan jadi lemes begini.”

“Kenapa bahasanya begajulan banget ih Jooo” Ten melengkungkan bibirnya cemberut membuat Johnny terkekeh gemas kemudian mencium bibir si mungil kilat.

“Ini aku bikinin kamu makan dulu gapapa ya aku tinggal sebentar?” Tanya Johnny kemudian Ten menggeleng cepat.

“Nggak, aku ikut. Aku ikut!” Paksa Ten namun bagaimanapun juga, Johnny tidak akan pernah bisa menolak.

Dan akhirnya, Johnny memasak makanan sambil dipeluk dari belakang oleh Ten. Lelaki itu selalu mengikut kemanapun Johnny pergi sambil memeluk tubuh Johnny dari belakang.

Beberapa kali juga Ten kembali muntah karena mencium bau Johnny yang tercampur dengan aroma masakan yang sedang dibuat oleh Johnny itu.

Akhirnya lagi, Johnny kembali mandi setelah memasak makanan untuk dirinya dan Ten.


“Aku tinggal gapapa ya sayang? Soalnya harus banget hadir rapat di kantor. Apa mau aku panggilin Winwin? Dia pasti sendiri soalnya Yuta juga ikut rapat.” Tanya Johnny tepat di depan pintu apart, tak rela meninggalkan Ten sendirian di apartemen.

Ten menggeleng, “Nggak usah Jo. Aku sendirian gapapa kok, lagi aku udah baik-baik aja nih dari kemarin kan. Gapapa, nggak usah panggil Winwin kasian dia harus kesini.”

Johnny mengangguk patuh kemudian mencium kening, hidung, dan bibir Ten sebelum benar-benar keluar dari apartemennya.

“Pergi dulu ya sayang.

Ten melambaikan tangannya, “Hati-hati Jo!”


Saat ini Johnny, Yuta, dan juga Jaehyun sedang mempersiapkan beberapa berkas dan peralatan yang dibutuhkan untuk rapat sejam lagi.

Ketiga lelaki itu sibuk mondar mandir.

Namun, tiba-tiba Johnny merasa perutnya terasa sangat mual dan dirinya saat ini benar-benar ingin muntah.

Johnny berlari kearah kamar mandi meninggalkan Yuta yang bingung melihat Johnny.

Setelah berhasil mengeluarkan isi perutnya, Johnny kembali keruangan dengan keadaan sedikit lemas akibat muntahnya yang bisa dibilang lumayan banyak itu.

Yuta yang melihat Johnny sedikit berantakan dan melemas akhirnya mendekat kearah rekan kerjanya itu, “Kenapa lo Jo? Lemes amat udah kayak orang nggak dikasih makan.”

Johnny terduduk di salah satu tempat duduk yang tak jauh dari sana, “Yut ambilin minum dong. Perut gue kenapa mual banget ya anj—HOEK”

Yuta menjauh dari Johnny kemudian Johnny kembali berlari cepat kearah kamar mandi meninggalkan Yuta yang tertawa melihat Johnny daritadi hoak hoek aja.

Setelah kembalinya Johnny dari kamar mandi yang sudah ia datangi sebanyak tiga kali, kali ini Yuta membawa tubuh lemas Johnny ke tempat duduk kemudian memberikan minuman untuk Johnny.

“Anjirlah Jo, sekarang yang hamil lo?” Tanya Yuta tiba-tiba membuat Johnny tersedak.

Johnny menggeleng, “Enggak anj- HOEEKKK”

Johnny kembali ingin muntah saat Jaehyun mendekat kearahnya membuat Yuta yang berada di dekat Johnny berteriak, “BANGSAT JOHNNY JOROK ANJEENGG JAUH JAUH LO”

Johnny kemudian lari kearah kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya lagi. Total sudah empat kali ia mengeluarkan isi perutnya.

Tubuh Johnny sudah sangat lemas dan berkeringat.

Ia bawa kakinya keluar dari kamar mandi dan kembali duduk di tempat duduk yang sebelumnya ia duduki sambil melihat kanan kiri, apa Jaehyun ada di dekat sini atau tidak.

Sepertinya, ia tidak suka dengan bau Jaehyun hari ini.

“Lo kenapa sih anjir Jo? setiap Jaehyun mau kearah lo, lo selalu muntah.” Tanya Yuta lagi kemudian kembali memberikan Johnny minuman.

Johnny menggeleng, “Nggak tau anjir. Jaehyun bau banget, kayak orang belum mandi 7 turunan.”

Jaehyun yang mendengar namanya disebut kemudian melemparkan sebuah kertas kearah Johnny.

Baru saja Jaehyun mau mendekat kearah Johnny dan Yuta namun Yuta dengan sigap melarang Jaehyun untuk mendekat.

Sepertinya, rekannya ini sedang terserang morning sick dimana penyebabnya adalah bau Jaehyun.

“Lo hamil kali anjir Jo? Udah cek belom?” Tanya Yuta lagi dan akhirnya dihadiahkan pukulan dari Johnny.

“Nggak anjir. Ini kayaknya tanda gue cinta berat sama Ten, Yut.”

Yuta yang mendengar malah ikutan pengen muntah.

Jaehyun mendekat kearah Johnny dan Yuta untuk memberikan berkas kepada dua rekannya itu namun Yuta dan Jaehyun lupa pasalnya jika Johnny mencium bau Jaehyun dari dekat, maka Johnny akan kembali merasa mual.

Benar saja, baru Jaehyun sampai tepat di sebelah Yuta ingin memberikan berkas, Johnny sudah berlari kearah kamar mandi untuk kembali mengeluarkan isi perutnya.

“Gue sebau apa sih anjir, cium dong Yut.” Ucap Jaehyun membuat Yuta menatap dengan horror.

“Gue tau Je, lo kelamaan jomblo tapi nggak gini anjir.” Jawab Yuta kemudian mengambil berkas yang dipegang oleh Jaehyun.

Setelah melihat Johnny yang sudah keluar dari kamar mandi, Yuta mengusir Jaehyun dari dekatnya.

Lalu Yuta berteriak frustasi, “Ten ini laki lo gue pulangin aja lah. Mau rapat malah morning sick.”

Johnny terkekeh seperti tak punya salah kemudian mendekat kearah Yuta, “Anterin hehehe.”

“BANGSAT JOHNNY JANGAN DEKET DEKET GUE LO BAU MUNTAHAN”


Akhirnya, Yuta mengantarkan Johnny ke apartemennya dan meninggalkan Jaehyun yang memimpin rapat itu sendirian.

Bagaimanapun, rapat itu harus tetap berjalan meskipun tanpa Yuta dan Johnny.

Johnny memencet passcode apartemennya dengan Yuta yang masih memegang tubuh Johnny yang kian melemas.

Setelah terbuka, Johnny melepas sepatunya begitu juga dengan Yuta lalu masuk kedalam apartemennya lalu bertemu dengan Ten yang sedang ngemil sambil menonton televisi dengan kaki yang diangkat satu di sofa.

“Hai sayang..” Panggil Johnny dengan tubuh yang sangat lemas namun ia paksakan untuk tersenyum kearah suami mungilnya.

Ten yang sedang asyik ngemil sambil menonton lalu mendengar suara suaminya itu langsung menengok kearah sumber suara dan terkejut melihat suaminya itu sudah tidak berbentuk.

“LAKI GUE LO APAIN YUT SAMPE GAK BERBENTUK GINI?” Teriak Ten histeris melihat Johnny sudah tidak berbentuk lalu mengambil alih tubuh Johnny dari Yuta.

“Muntah muntah dia mau rapat gara-gara nyium bau Jaehyun.” Jelas Yuta kemudian meletakan tas milik Johnny di pinggir.

“Yaampun suami gue ganteng ganteng dibalikin jadi nggak berbentuk gini.” Ucap Ten sambil menyentuh wajah Johnny lalu cemberut, sedih dia liat suaminya yang ganteng gini balik balik jadi begini.

Ten merasa bersalah lalu mengelus surai milik Johnny lembut, “Balikin mualnya ke aku aja ya, Yang?”

Johnny menggeleng cepat kemudian menegakkan tubuhnya, “Enggak! Aku kuat kok, ya kan ya Yut gue kuat kan ya?”

Yuta hanya tersenyum lebar yang terlihat sangat dipaksakan.

“Hehe iya Jo, kuat banget.”

Johnny bangsat, Yuta menyumpah serapah dalam hatinya. Ia tidak mau mengucapkan kalimat kalimat kotor tepat di depan seseorang yang sedang hamil.

Pada akhirnya, Johnny mengistirahatkan dirinya selama beberapa bulan dengan kerja dari rumah atau work from home sampai dirasa dirinya benar-benar sudah pulih.


@roseschies