ngidam

— cerita singkat johnten lainnya

mpreg.


“Jo...” Ten menepuk pelan lengan berotot milik Johnny yang sedang tertidur pulas di sampingnya itu.

Tidak ada balasan, Ten menepuk dan memanggil suaminya sekali lagi, “Joooo”

Johnny membuka matanya perlahan kemudian sudah terpampang jelas muka Ten dengan mata berbinar menatap dirinya yang masih menyamankan cahaya yang masuk kedalam jangkauan penglihatannya itu.

“Kenapa sayang?, Kok nggak bobo?” Tanya Johnny kemudian memeluk tubuh mungil milik Ten namun Ten melepas pelukan tersebut lalu kembali menatap Johnny dengan tatapan memohon seperti anak kecil.

“Jo, aku mau sate padang....” Ucap Ten kecil kemudian meremas baju milik Johnny, memohon lebih karena dirinya benar-benar ingin makanan itu.

Johnny membelalakan matanya terkejut, “Ini udah jam 2 pagi sayang, udah pada tutup yang jual, besok pagi kita beli ya?”

Ten cemberut, “Jo, aku maunya sekaranggggg!”

Johnny mengelus surai milik Ten kemudian mencium kening milik suaminya itu, “Udah jam 2 pagi nggak ada yang buka sayangku.

Ten membalikkan badannya, memunggungi Johnny sambil melipat kedua tangannya di dada tanda ia marah dan ngambek dengan Johnny.

Johnny memeluk tubuh Ten dari belakang lalu menaruh kepalanya di pundak milik Ten dan mencium pipi Ten kilat, “Jangan ngambek dong sayang, janji nanti pagi aku beliin ya? Sekarang tidur yuk?”

Ten melepas dengan cepat tangan Johnny yang melingkar di pinggangnya lalu menggeser pundaknya agar Johnny tidak bisa menaruh kepalanya di sana, “Enggak. Maunya sekarang. Titik.”

Johnny ingin menghela nafas berat, tapi bagaimana Ten sedang ngidam di jam 2 pagi ini.

“Yaudah, aku cari dulu ya di delivery online. Tunggu ya?” Johnny kemudian mengambil ponselnya yang ada di nakas kemudian mencari makanan yang sangat diinginkan oleh Ten.

Ten mengangguk, “Hm.”

“Jangan ngambek dong sayang, ini aku lagi cari lohh.” Ucap Johnny lagi lalu memperlihatkan ponselnya pada Ten bahwa dirinya benar-benar sedang mencari toko yang masih buka.

“Sate padang.”

Hanya ucapan itu yang keluar dari mulut Ten, Johnny terkekeh gemas.

“Iya sate padang sayang.

Johnny susah payah mencari di delivery online namun dirinya tak kunjung menemukan toko yang masih buka di sana.

“Tutup semua sayang, besok pagi aja ya?” Johnny meletakkan kembali ponselnya di nakas lalu kembali memeluk Ten yang masih melipat tangannya di dada dan memunggungi dirinya.

Ten menggeleng cepat, “Sate padang. Sekarang.”

Kalau begini terus, bisa-bisa Johnny diambekin sampai 2 hari berturut-turut. Jadi, sekarang Johnny mau tidak mau keluar untuk mencari makanan tersebut entah di pinggir jalan atau dimana Johnny bahkan tidak tau, semoga benar-benar masih ada yang menjual di jam 2 pagi ini.

Harusnya sih, ada.

Tapi mana tau, dunia sedang bercanda dengan Johnny si penjual sate padang tiba-tiba menutup gerobaknya.

“Kamu sendirian gapapa? Aku cari di luar sebentar ya?”

Ten mengangguk kemudian memeluk boneka beruang yang tak jauh dari dirinya, “Gapapa, cepet Jooooooooo”

Johnny berdiri dari kasur lalu mengambil jaket dan kunci motor miliknya lalu mencium kening milik Ten, “Aku berangkat dulu ya sayang. Doain masih jual biar kamu bisa makan sekarang.”

“Harus jual. Kalo tutup suruh buka.” Paksa Ten lagi membuat Johnny menggeleng, susah ya orang kalau lagi ngidam. Mau gimana lagi.


Butuh waktu sekitar setengah jam akhirnya Johnny benar-benar mendapatkan makanan yang Ten inginkan. Tepat di jam 3 kurang, Johnny sampai di apartemen kecilnya itu.

Johnny meletakkan bungkusan makanan tersebut di meja kemudian masuk ke dalam kamar dengan hati senang untuk memberi tahu suaminya itu bahwa dirinya berhasil menemukan makanan yang diinginkan Ten.

Sayangg, aku udah dapet nih satenya. Mau makan sekarang?” Ucap Johnny setelah membuka pintu kamar.

Namun, dirinya hanya bisa melihat Ten yang sudah tertidur dengan nyenyak sambil memeluk boneka beruang dengan mulut yang sedikit terbuka.

Johnny tersenyum, kemudian ikut tidur di samping tubuh Ten lalu mencium kening Ten pelan takut membangunkan suaminya itu.

Tak disangka Ten perlahan membuka matanya.

“Udah pulang Jo?” Tanya Ten sambil memandang Johnny dengan tatapan polosnya itu.

Johnny mengangguk, “Udah. Mau makan sekarang?”

Ten menggeleng, “Udah nggak mau. Maunya Johnny aja, hehehe.”

Ten kemudian memeluk tubuh Johnny erat dan mendusel di dada milik Johnny.

Kalau begini, Johnny mana bisa marah.


@roseschies