ngungsi

Tanpa menunggu jawaban dari Hendery, Haechan langsung buru-buru membawa bantal dan guling miliknya lalu meninggalkan kamarnya.

Haechan mengetuk kamar Hendery lalu masuk tanpa menunggu si pemilik menjawab ketukannya.

Hendery yang sedang tiduran diatas kasurnya bingung melihat adiknya yang masuk ke dalam kamarnya sambil membawa bantal dan guling.

“Heh ngapain lo?”

“Gue tidur sini bangg.” Haechan langsung mendorong tubuh Hendery sedikit kemudian menidurkan tubuhnya di lapak kosong yang ada di sebelah Hendery.

“Weehhh apaan ini weehh penjajahan!!!” Ucap Hendery lalu mendorong sedikit tubuh adiknya, bermaksud mengusir Haechan dari kamarnya.

Namun, Haechan sudah memeluk gulingnya kemudian menarik selimut, berbagi dengan Hendery.

Haechan menggeser kembali tubuhnya dempet dengan Hendery.

“Ihh anjiirr udah menjajaahh, maruk tempat lagi lo. Sanaan woi deee sempiiitt anjiirrr.” Misuh Hendery kemudian mendorong lengan adiknya pelan.

Hendery tau kok, adiknya pasti takut dan kebayang film tadi.

“Tadi ajaa sok berani, giliran gini langsung ciuuuttt.” Ledek Hendery membuat Haechan memukul Hwndery pakai guling miliknya.

“Ihh diem bangg, hari ini doanggg.” Ucap Haechan kemudian kembali memeluk gulingnya dan mendekat kearah Hendery.

“Dih yaudah, kalo lo jatoh gue ngga tanggungjawab, kasur gue kecil, lo tidur udah kayak baling baling.” Ucap Hendery kemudian membalikkan tubuhnya berbeda arah.

“Biarin gaadaa yang nyuruh babang tanggung jawab.” Jawab Haechan dengan mata tertutup.

“Kalo lo gue tendang pas tidur, biarin aja ya.”

“Bilang aja lo udah punya niat baangggg. Ihh seharii doangggg, babang mah.”

Hendery tertawa, seneng dia liat adiknya begini. Lagian, udah tau penakut, masih aja dipaksa.

Sebenernya salah Hendery juga, yang ngajak nonton horror, udah tau adiknya itu penakut.

Tak lama kemudian, terdengar dengkuran halus masuk ke kuping Hendery.

Hendery melihat kearah sebelahnya dimana Haechan ternyata sudah tertidur pulas. Adiknya ini sepertinya memang sudah ngantuk sejak tadi, tetapi ia tidak bisa tidur karena takut.

Hendery berdiri dari kasurnya kemudian membawa satu guling tambahan yang ada di kamarnya, biasa untuk tamu yang nginap di kamarnya (Dibaca: anak anak sugus.) lalu membawa guling itu untuk ia letakkan dipinggir kasur dekat tubuh Haechan.

Supaya adiknya tidak jatuh, pikirnya.

Hendery ini tau diri, yang tidur nendang sana sini dan seperti baling-baling itu dirinya, bukan adiknya.


@roseschies