Nighty Night.

Setelah meletakkan ponselnya di nakas, Johnny mencolek-colek lengan Ten yang masih sibuk cekikikan akibat sedang vidcall dengan Taeyong dan Winwin.

Ten menengok kearah Johnny lalu menaikkan satu alisnya bermaksud bertanya ada apa.

Johnny hanya menjawab dengan sebuah cemberut, bibirnya melengkung kebawah lalu kembali mencolek-colek lengan Ten kemudian Johnny mengucapkan sepatah kalimat tidak bersuara, “Mana katanya mau kelonan”.

Melihat hal tersebut membuat Ten menggeleng-geleng lalu kembali melihat kearah ipadnya yang masih terpampang muka Taeyong dan Winwin, “Udah malem, udahan dulu lah ya sakit perut gue ketawa mulu. Eh Win, besok jadi ke rumah? Mau ikut nggak Yong?”

Gue nggak jadi ten, ternyata besok nggak bisa. Sorry, next time deh gimana?

Emang pada mau ngapain?

Nggak ngapa-ngapain sih, bosen aja niatnya mau baking.

“Yaahhh, yaudah gapapa Win. Ini, gue lagi mau nyoba baking Yong. Sekalian buat bikinin Haechan yang manis manis.”

Kalo mau baking ikut dong, kabarin aja kapannya di grup ya. Besok juga gue mau ke rumah nyokap bentar.

Johnny mulai mencolek-colek lengan Ten lagi.

Kok gak selesai selesai sih, rutuk Johnny dalam hati.

“Yaudah nanti kita omongin aja di grup ya. Bye!”

Tut

Kemudian Ten menaruh ipadnya di nakas sebelah kasurnya lalu mencubit pipi Johnny dengan gemas, “Ih dasar bayi gede nggak sabaarrr”

“Hehehe biarin dong, abisan kamu nggak kelar kelar aku butuh recharge tenaga nih.”

Johnny kemudian menarik tubuh Ten masuk ke dalam pelukannya dan membuat Ten sukses tenggelam di dekapan Johnny.

Ten menghirup tubuh berbau maskulin milik Johnny, meresapi wangi suaminya itu. Rasanya sangat nyaman dan selalu menjadi wangi favoritnya.

“Kamu jadi besok ke mana dong? Mau ikut ke kantor aku aja?” Tanya Johnny sambil mengelus rambut milik Ten kemudian lanjut mengecup pucuk kepala Ten.

Ten menggeleng, “Nggak ah, ngerepotin kamu nanti. Aku di rumah aja bebersih studio paling.”

“Bener nih nggak mau ikut?”

“Iyaaa benerr.”

“Yaudah kalau gitu. Besok dede aku yang anter dulu kan pulangnya sama abang?”

Ten mengangguk, “Iyaa. Besok dia kelasnya pagi semua jadi sorenya bisa jemput dede.”

Johnny mengangguk paham kemudian kembali mengelus rambut Ten sedangkan Ten semakin memeluk tubuh Johnny, entah ia rasanya hanya membutuhkannya untuk saat ini.

Terlalu nyaman dengan elusan yang diberikan Johnny, perlahan Ten menutup matanya hingga menjemput mimpinya.

Johnny yang mulai mendengar dengkuran halus dari Ten ikut tersenyum kemudian mengecup pucuk kepala suami mungilnya, “Good night and sleep well, sayangku.”


@roseschies