perkara jamu.

Setelah akhirnya Taeyong dan Winwin menemukan di mana Ten berada, mereka berdua langsung masuk ke dalam kamar Johnny dan Ten yang sebelumnya Winwin sudah mengirim pesan pada Johnny untuk meminta izin masuk ke dalam kamarnya dan diizinkan.

“KELUAR GAA LOOO, GUE GIGIT NIH, GUE ZOMBIEEEE.” Teriak Ten membuat Taeyong dan Winwin tertawa terbahak-bahak, temannya ini menolak keras sampai sepert ini.

Padahal serius deh, jamu yang dibuat oleh Winwin tidak sepahit jamu biasanya. Jaemin saja sampai minta nambah, katanya manis dan enak.

“Ten, serius gue ini, jamu buatan gue ngga pahit kayak bayangan lo. Gue mana pernah ngibul sih.” Ucap Winwin lalu berjonjok di dekat Ten.

Astaga, tiga lelaki ini sudah berumur loh. Tetapi lagaknya seperti anak anak yang sedang saling ngambek begini.

“Biar cepet sembuh Ten. Gue ikut minum jamunya deh, biar semisal pahit, rasa pahitnya ngga lo rasain sendiri.” Timpal Taeyong lalu menarik kaki Ten membuat siempunya memberontak sampai akhirnya kaos kaki milik Ten copot dari kakinya dan sudah pindah tempat ke tangan Taeyong.

Winwin mengangguk, “Iya gue juga minum deh nemenin lo. Ayo Ten, lo ngga kangen motret emang??”

Winwin dan Taeyong masih berusaha membujuk Ten semaksimal mungkin sebisa mereka.

Ten membalikkan tubuhnya lalu duduk diatas matras yang tadi ia tiduri itu. Wajah lelaki itu tiba-tiba berseri, “BENER YAAA??? LO BERDUA MINUM JUGA YAA???”

“Iya elah beneran nih, gue setia kawan kan tuh mau nemenin temennya bersusah-susah bersama gini.” Jawab Taeyong membuat Ten memutarkan bola matanya malas.

Winwin berdiri dari jongkoknya lalu mengajak kedua temannya untuk meracik jamu buatannya, “Yaudah ayo kita bikin bareng bareng.”

Taeyong dan Ten mengangguk lalu ketiganya menuju dapur meskipun Ten sebenernya masih takut. Takut kalau jamunya pahit dan kedua temannya mengerjai dirinya.

Beberapa menit Winwin meracik jamu, Winwin benar benar membuat 3 cangkir.

Diam diam Taeyong sudah menelan ludahnya, tapi mana mungkin ia mencopot ucapannya tadi.

Sedangkan Ten rasanya sudah seperti siap menerima kematiannya.

Padahal mereka hanya ingin meminum jamu, tolong.

Winwin mengambil satu cangkir terlebih dahulu untuk Ten lalu memberikan cangkir tersebut untuk Ten, “Nih, buat yang sakit dulu diminum.”

Ten menggelengkan kepalanya kuat kuat, “Ngga mau gue gamauuu, gue udah sembuh kok udah sembuh serius.”

Winwin menatap Taeyong kemudoan keduanya memberi sinyal yang sama.

Taeyong memegang tubuh Ten agar tidak berontak sedangan Winwin membantu Ten untuk meminum jamu tersebut.

“WOIII INI NAMANYA PEMAKSAAN WOIIII!!!!!! LO BERDUA BISA DITUNTUTTTT!!!!” Teriak Ten sedangkan Taeyong semakin tertawa dibuatnya.

Winwin pelan-pelan bawa cangkir itu mendekat kearah mulut Ten, “Sedikiiitt aja Ten. Cobain duluu, semisal ngga suka yaudah ngga dipaksa lagi. Cobain duluuu.”

Pelan pelan Winwin membantu Ten minum jamu itu.

Setelah beberapa tegukan, Ten terdiam lalu mengerjapkan kedua matanya.

“Gimana Ten?” Tanya Winwin lalu meletakkan cangkirnya di meja.

Ten melihat kearah dua temannya secara bergantian lalu tak lama kemudian ia memeluk Winwkn erat erat.

“WINNIIIIEEEEE KOK ENAAAAKKKK??????”


@roseschies