Smart Glass


Dalam rangka mengisi hari liburnya kali ini, keempat belas manusia memilih untuk berenang di kolam renang yang sebelumnya sudah di sewa oleh manager mereka.

Suara jeburan air dan teriak sana sini terdengar sangat kencang memenuhi area kolam renang itu.

Keempat belas manusia itu sedang melakukan lomba pukul bantal (di sini, mereka menggunakan ban renang) di atas tali yang melintang di area kolam renang.

Kali ini tim yang sedang melaksanakan lomba tersebut adalah tim Doyoung dengan Johnny dan Jaehyun di belakang Doyoung dan tim Ten dengan Hendery dan Yangyang yang sudah siap di belakang Ten menunggu giliran untuk menghabisi tim Doyoung di sebelah sana.

Pertarungan antara Ten dan Doyoung terlihat sangat sengit. Bukan hanya karena Ten yang memukul Doyoung sangat kencang, tetapi tim Doyoung yang juga ikut meledeki Doyoung membuat penonton ikutan tertawa melihat Doyoung yang sudah menggeretak giginya dan memukul Ten dengan pukulan yang sangat keras.

“WOI PACAR GUE LO ANIYAYA ANJIR!” Teriak Johnny dari belakang Doyoung setelah Ten jatuh dari pegangan tali karena pukulan keras Doyoung.

“HEH LO TIM SIAPA SIH ANJIR.” Balas Doyoung kemudian lanjut melawan Hendery.

Diakhir permainan, lomba pukul bantal ini dimenangkan oleh tim Doyoung dikarenakan Johnny yang bukan main menghabiskan sisa tim Ten.

Seperti anak kecil, mereka sangat bahagia bermain di kolam renang. Mendorong satu sama lain, menyemburkan air kesembarang tempat (ini lebih di dominasi oleh Yuta), dan tak lupa ada juga yang atraksi melompat dari ketinggian.

“Bentar gue ke toilet dulu, kebelet anjir.” Izin Ten ke Taeyong yang sedang bermain dengannya.

Yuta yang tak jauh dari sana tiba-tiba berteriak, “Udah lo pipis di kolam renang aja, nggak ada yang tau ini.”

“Woi Kak jangan anjir. Gue suka minum air kolam renang soalnya.” Hendery ikut menyaut.

“Demi apa sih Hen? Barusan gue pipis loh. Hehehe.” Aku Xiaojun yang sedang berada di sebelah Hendery membuat Hendery melotot.

“Enak nggak Hen?” Yangyang tertawa ngakak sambil memukuli air kolam renang mendengar itu.

“BANGSAT XIAO DE JUN”

Ten hanya bisa menggeleng mendengar hal tersebut kemudian lari ke kamar mandi untuk mengeluarkan apa yang sebelumnya ia tahan.

Belum juga keluar dari kamar mandi, tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke dalam kamar mandi membuat Ten terkejut setengah mati. Untung saja ia sudah memakai celana dengan benar.

“KETOK KEK KALO MAU MASUK, MASIH ADA ORANG INI.”

Seseorang tersebut membalikkan tubuhnya, memperlihatkan dada bidang yang sangat Ten kenal siapa itu. Siapa lagi kalau bukan kekasihnya, Johnny.

Johnny kemudian mengunci pintu kamar mandi, “Masih harus ketok nggak kalau aku yang masuk?”

Ten tersenyum lebar hingga deretan giginya terlihat kemudian mendekat kearah Johnny, “Kan aku kaget kirain siapa, mau ngapain? Kamu mau pipis juga?”

Johnny menggeleng, “Nggak, cuma pengen liat kamu aja.”

“Daritadi juga kamu liat aku, harus banget di kamar mandi apa liatnya?”

“Nggak tau, vibesnya beda kalau liat kamu di kamar mandi.”

Ten menggeleng-geleng, “Yaudah cepet mau apa?”

Johnny tersenyum lebar, “Kok kamu tau sih yang?

Ten menyentuh bagian bawah Johnny yang mulai terlihat menonjol, udah gitu Johnny menggunakan celana renang, makin aja terbentuk.

“Aduh! Main pegang aja ni anak.” Ringis Johnny setelah Ten menyentuh penis miliknya tanpa permisi.

“Makanya, punya kontol jangan gede-gede. Sekalinya ngaceng keliatan.” Ucap Ten frontal kemudian mencium dada bidang Johnny lalu menatap kedua bola mata Johnny berbinar.

Nah, sekarang jadi siapa yang jadi kepengen lanjut? Ya Ten lah.

Johnny mengusap surai milik Ten kemudian mengecup kilat kening Ten, lalu dilanjut mengecup hidung mancung milik Ten dan berakhir melumat bibir Ten.

Ten sedikit berjinjit kemudian melilitkan tangannya ditengkuk milik Johnny guna memperdalam ciuman mereka.

Calm down, kitten.” Ucap Johnny kemudian mengelus bibir milik Ten dan menghapus jejak saliva keduanya yang tertinggal di bibir milik Ten.

Ten menarik tengkuk Johnny lagi kemudian mencium bibir Johnny dan menggigit bibir Johnny.

“Aduh! Kamu ini kenapa tiba-tiba jadi ganas sayang.

“Keburu ada orang ngetok Jo!”

“Keburu ada orang ngetok atau nggak tahan ini kontol mungilnya mau dikeluarin dari sini?” Johnny menyentil penis milik Ten membuat Ten meringis karena penisnya mulai menegang.

Ten membuat lukisan abstrak di dada bidang milik Johnny kemudian mengecup singkat dada tersebut, “Ayo Joooooo”

Johnny menggeleng kemudian mengangkat tubuh Ten dan ia sendekarn tubuh tersebut di pintu kamar mandi.

Johnny mencium perpotongan leher Ten tanpa meninggalkan bekas karena mereka masih harus berenang dengan teman-teman lainnya lalu berpindah ke dada putih bertato milik Ten, menciumi semua titik dan menggigit puting milik Ten membuat Ten menjabak rambut Johnny kencang.

Ten menikmati semua permainan yang Johnny berikan pada tubuhnya itu.

Setelah bermain dengan puting milik Ten, Johnny menurunkan Ten dari gendongannya lalu mencium kilat bibir milik Ten sambil membuka celana renang milik Ten.

“Lihat, siapa yang udah precum duluan?” Johnny mengelus ujung kepala Ten yang sudah mengeluarkan cairan bening di sana membuat Ten sedikit memekik kemudian mengigit bibirnya menahan desahan dari mulutnya.

“Jo, bisa nggak langsung aja sshh-” Pinta Ten lalu tanpa aba-aba, Johnny melepas celana renangnya.

Padahal, pemandangan Ten hanya Johnny yang sedang melepas celana renang tapi kenapa bisa mengeluarkan damage yang mematikan gini ya.

“Kamu yakin mau langsung? Sakit loh?” Tanya Johnny sambil menyingkirkan rambut yang menutupi kuping Ten.

Ten mengangguk pasti kemudian mencium bibir Johnny kilat.

Sedetik kemudian Johnny membalikkan tubuh Ten lalu mencengkram tengkuk Ten menyuruh Ten untuk menunduk untuk memperlihatkan lubang cantik miliknya itu.

Ten tersenyum kemudian tangannya ia bawa menyentuh pintu untuk menjadi sandaran tangan dan tubuhnya.

Johnny mengelus lubang luar milik Ten membuat si pemilik mendesah kecil.

Johnny bawa dua jari miliknya masuk kedalam lubang Ten untuk membuka akses.

Dengan gerakan menggunting, kemudian memasuk-keluarkan dua jari tersebut.

Ten yang merasakan Johnny menambah jari lainnya untuk membuka akses lebih, memekik kemudian menggigit bibirnya untuk meredam desahannya.

Setelah dirasa cukup, Johnny mengeluarkan ketiga jarinya kemudian mengocok penis miliknya tepat di depan lubang milik Ten, “Aku masukin ya sayang?

Ten mengangguk, “Pelan-pela-AKH!”

Johnny dengan cepat memasukkan setengah penisnya kedalam lubang Ten membuat Ten merasakan lubangnya itu seperti terbelah dua.

Dinding Ten mulai menjepit penis Johnny di dalam membuat Johnny menggeram, “Jangan dijepit Ten!”

Dengan pelan Johnny memasukkan kembali penisnya sampai dirasa sepenuhnya lubang Ten diisi dengan penis milik Johnny.

Setelah menyamankan penisnya itu, Johnny mulai memaju mundurkan pinggangnya. Temponya semakin lama semakin cepat membuat yang hanya bertumpu dengan pintu kamar mandi merasa kelelahan, Johnny kalau sudah seperti ini tidak mengampuni apapun itu.

Sangat brutal.

“Jangan keluar dulu sayang.” Ucap Johnny menambah temponya kemudian menutup saluran milik Ten, menahan sperma Ten yang mungkin keluar duluan daripada Johnny.

“Sshhh Jo! Faster!” Pinta Ten, spermanya benar-benar sudah ingin menyembur keluar namun salurannya ditutup oleh Johnny.

Karena sudah sangat tidak tahan, Ten menginjak kaki Johnny yang berada di belakangnya membuat Johnny memekik kemudian melepas tangannya dari penis milik Ten.

Tak lama kemudian Ten pelepasan duluan dan diikuti dengan Johnny yang mengeluarkan penisnya kemudian mengeluarkan spermanya di pantat milik Ten.

“Astaga, padahal cuma sebentar tapi rasanya capek banget. Aduh ini lubang aku sakit banget, kamu gila kenceng banget!” Protes Ten kemudian memegangi pinggangnya lalu menuju semprotan toilet yang tak jauh dari tempatnya dan membersihkan badannya.

“Loh tadi yang minta faster siapa?”

Ten terkekeh kemudian menyemprotkan air semprotan kearah penis Johnny membuat si empunya memekik kesakitan. Sialan, penisnya ini baru saja pelepasan sudah di semprot pakai air dengan kekuatan kencang seperti itu.

“Aduh sakit sayang!” Johnny mendekat kearah Ten kemudian membersihkan lubang milik Ten dan tak lupa pantat milik Ten sampai tidak ada bekas sperma miliknya.

Setelah keduanya merasa bersih, Ten berjinjit lalu mengecup bibir Johnny, “Thank you, big bear

Johnny tersenyum lalu memakai celana renang miliknya dan memakaikan Ten celana renang miliknya, “Good kitten.

Yes, i am.

Johnny membuka pintu kamar mandinya kemudian mengajak Ten keluar dari kamar mandi.

“IH ANJING ADA YANG ABIS LIVE SEX” Teriak Yuta setelah Johnny dan Ten keluar dari kamar mandi membuat kedua lelaki itu terkejut setengah mati namun berusaha untuk mengatur mimik wajahnya agar tidak terlalu terlihat jelas bahwa keduanya kaget.

Pasalnya, bukan hanya Yuta tapi semuanya ada tepat di depan kamar mandi yang baru saja digunakan Johnny dan Ten melakukan kegiatan panasnya itu.

“Win, kita punya referensi gaya baru Win!” Ucap Yuta kemudian dihadiahi pukulan di lengan Yuta dari Winwin.

“Emang dasar orang kalau masalah hormon suka nggak tau tempat ya” Tambah Kun, membuat Johnny dan Ten membeku di tempatnya, bingung mereka tuh.

“Biarin aja sih Kak, lumayan nggak sih ini tontonan gratis.” Timpal Hendery dan disetujui yang lain.

Johnny dan Ten hanya tatap-tatapan, bingung sebenarnya mereka ngomongin apa.

Tiba-tiba Doyoung menunjuk kamar mandi yang baru saja digunakan oleh Johnny dan Ten tadi yang ternyata kacanya bening menembus memperlihatkan dalam kamar mandi tersebut.

Sepersekian detik, pipi milik Johnny dan Ten memerah, keduanya malu.

Demi menyelamatkan kecanggungan ini, Ten kemudian memalaki ke-dua belas manusia yang baru saja menonton live sex dirinya dengan Johnny, “Bayar woi enak aja! Adegan bagus kayak gitu ditonton gratisan. Mana buruan bayar!”

Johnny bagian geleng-geleng melihat kelakuan kekasihnya. Ya mau gimana lagi, toh semua udah diliat secara gamblang oleh ke-dua belas manusia lainnya itu.

Tapi, Johnny bingung, perasaan tadi sebelum Johnny masuk, kaca tersebut buram kok bahkan Johnny nggak bisa lihat Ten dari luar. Kenapa tiba-tiba jadi bening, ya?

flashback

Setelah Johnny meninggalkan area kolam renang dan menuju kamar mandi. Satu persatu mulai naik dari kolam renang kemudian berduduk-duduk di tempat duduk yang di sediakan di sana atau sekedar ngobrol satu sama lain.

“Yut, tolong ambilin handuk dong di deket kamar mandi” Ucap Winwin kepada Yuta yang baru saja mau duduk di samping Winwin kemudian berdiri lagi untuk mengambilkan kekasihnya ini handuk.

“Ada yang mau diambilin handuk lagi gak? biar sekalian nih, gue mau ambilin handuk buat Winwin.” Tanya Yuta kepada ke-sebelas manusia lainnya, namun yang lain hanya menggeleng, mungkin mereka masih mau berenang lagi nanti.

Akhirnya, Yuta menuju loker handuk, mengambil handuk untuknya dan Winwin kemudian berniat untuk mengambil lebih dua atau tiga siapa tau ada yang berubah pikiran.

Sesaat Yuta melewati kamar mandi, Yuta terkejut bukan main karena dirinya melihat Johnny dan Ten yang sedang melakukan hal tidak senonoh di dalam kamar mandi.

Yuta langsung lari ke area kolam renang lalu berteriak memberi tahu ke-sebelas manusia lainnya untuk melihat ke kamar mandi.

Ternyata oh ternyata, akibat permainan Johnny tadi, Ten tidak sengaja menyentuh tombol membuat kaca tersebut berganti menjadi bening.


@roseschies.