Sugus and dejun
Hari semakin malam. Dua member sugus sudah semua sampai di rumah Hendery begitu juga dengan Dejun si calon member baru diantara lingkaran pertemanan ini.
“Woi apinya kegedean woii.” Lucas dengan kepanikannya yang sedang memasang api di kompor membuat Hendery yang baru saja sampai di atap langsung menggelengkan kepala.
“Dikecilin anjir, ini pake kompor portabel bukan areng.” Hendery mengecilkan kompornya meninggalkan Lucas yang nyengir.
Mark yang baru sampai di atas bersamaan dengan Dejun sambil membawa beberapa pisau dari bawah hanya bisa tertawa. Sedangkan Dejun, ia bingung harus apa.
“Weetts ini si jun jun itu ya?” Tunjuk Lucas pada Dejun karena Dejun baru saja datang.
Dejun mengangguk.
“Berisik lo anjir cas.” Mark memukul lengan Lucas sedangkan yang dipukul terkekeh.
“Sini sini jun, gabung sama kita.” Ajak Lucas yang melihat Dejun masih berdiri diam.
Akhirnya keempat lelaki tersebut duduk diantara daging dan kompor portabel yang ada di depan meja mereka.
“Eh, kenalin gue Lucas.” Lucas memperkenalkan dirinya kemudian menjabat tangan Dejun.
“Oh iya, gue Dejun.”
“Lo katanya mau masuk kesos ya? Gue anak kesos nih. Masuk kesos aja, rame loh. Nanti gue kasih trik and tips di kesos biar nilai lo aman sentosa. Kecuali sama dosen killer ya.” Lucas yang memang selalu menjadi orang yang talkactive berusaha untuk mencairkan suasana yang ada diantara mereka.
“Ohh iya. Gue masih mikir sih mau masuk mana hehe.”
“Udah kesos aja. Lumayan gak sih dapet kating seganteng gue.”
Hendery yang mendengar ucapan Lucas melemparkan lap yang tak jauh dari jaungkannya. “Najis lo. Ini buruan masak dagingnya.”
“Iya iya anjir.”
Sedangkan Mark sudah lebih dulu sibuk dengan perdagingannya itu.
“Nih Jun, lo mau gue masakin atau masak sendiri?” Tawar Hendery yang berada di sebelah Dejun.
“Masak sendiri aja.”
Hendery itu, gak ada kapok kapoknya berkali-kali di tolak pun, tetap terus menawarkan suatu hal pada Dejun. Padahal dirinya tau, apa yang akan dijawab oleh Dejun.
Hendery memberikan sumpit untuk Dejun.
“Thanks.”
Akhirnya keempatnya asik memasak daging, meskipun di dominasi oleh suara Lucas, Hendery, dan Mark yang saling serang dan tawa kencang akibat minyak yang terus mengciprat kesegala arah. Dejun yang baru saja bergabung agak terkena kultur shock, karena ternyata mereka seberisik ini.
“Bangsat ini minyaknya demen sama gue apa gimana sih, nyiprat gue mulu. Mark gantian tempat kek, lo adem aja di sana.” Misuh Lucas sambil menjauh dari kompro karena daritadi cipratan minyaknya selalu mengenai tempat Lucas.
Mark yang berada di sebelah Lucas menolak. “Biarin aja emang pantesnya lo di azab kan tuh!”
Hendery tertawa kencang. Tak lama kemudian dirinya tersedak daging yang baru saja ia suap kedalam mulutnya menimbulkan tawa dahsyat dari Lucas dan Mark.
“Ketawa lo berdua anjing kaga ada benernya punya temen.” Ucap Hendery setelah minum dan menetralisir nafasnya.
“Eh, adek lo gak diajak Hen?” Tanya Lucas tiba-tiba. Pantas saja daritadi dia merasa ada yang kurang entah apa. Ternyata, versi mini dirinya tidak ada di sini.
Dejun juga baru sadar kalau daritadi tidak ada Haechan. Tumben.
Sedangkan Mark masih asik dengan dagingnya.
“Oh iyaa. Bentar deh, gue coba ke kamarnya dulu.”
“DAGING GUE JANGAN DIAMBIL SETAN.”
Lucas yang diam diam ingin mengambil daging milik Hendery langsung tertangkap basah.
Hendery mengetuk pintu kamar adiknya lalu memanggil sang adik.
“De, ini abang.”
Tak lama kemudian pintu kamar terbuka menampilkan Haechan dengan celana pendek dan kaos oblong miliknya. “Apa?”
“Ayo ikutan di atass.” Ajak Hendery. Haechan yang mendengar ajakan Hendery hanya terdiam.
Dirinya sudah janji akan menolak ajakan abangnya jika memang mengajak dirinya untuk ikut kumpul bersama teman-temannya itu.
Haechan menggeleng, “Aku banyak tugas bang. Next time ajaaa.”
“Yaahh. Mau abang masakin nggak dagingnya?”
Haechan menggeleng lagi. “Nggak usah, buat abang sama temen-temen abang ajaa. Have fun yaa.”
“Yaudah kalo gitu deh. Selamat jadi budak tugas de.”
Hendery lalu kembali menuju atap untuk bergabung lagi dengan teman-temannya itu.
“Haechan lagi banyak tugas katanya.”
“Yaahhh versi mini guee. Yaudahdah.” Ucap Lucas sambil cemberut.
Diam-diam ada satu orang yang sedang menunduk dalam diam menikmati dagingnya entah sebenarnya dia pura-pura tidak peduli atau memang sebenarnya tidak peduli sama sekali.
@roseschies