Terrifiant.
— johnten ficlet.
obsession // major character death
Sepertinya sudah bukan cerita baru lagi jika berbicara mengenai rasa suka Johnny Suh terhadap Ten Lee si mahasiswa semester tiga itu.
Sejak awal dimulainya perkuliahan bahkan sejak Ten masih menjadi mahasiswa baru dan Johnny menjadi kakak tingkat yang mengospek Ten, sudah jadi bahan dimana Johnny menyukai sang adik tingkat. Bahkan, bukan cerita baru lagi dimana Ten berkali-kali menolak Johnny ketika Johnny mengajak si adik tingkat untuk berkencan atau sekedar makan biasa.
Ten hanya ingin fokus kuliah dan tidak berminat untuk bermain di ranah percintaan selama masa kuliahnya ini. Anggaplah, ia membayar semua jerih payah orang tuanya yang susah payah hingga banting tulang untuk membayarkan uang kuliah Ten. Sebagai anak yang bertanggungjawab, Ten membayar kembali semua itu dengan nilai yang sempurna. IPK diatas 3,8 bahkan selalu disematkan oleh Ten tiap semesternya.
Dan, Ten itu tau, Johnny aslinya seperti apa. Bukan. Johnny bukan orang yang buruk. Tetapi, Johnny itu menyeramkan.
“Ada cerita apa lagi nih? cerita percobaan ke-lima puluh dua Johnny mengajak Ten Lee berkencan, gagal? Hahahaha.” Ledek Yuta sesampainya Johnny di meja kantin.
Johnny mengusap wajahnya, ia sedikit frustasi kalau bisa dibilang.
“Udahlah Jo. Udah gue bilang nggak akan bisa lo dapetin Ten. Nyerah aja udah.” Timpal Jaehyun membuat wajah Johnny yang sudah merah akibat kesal, semakin memerah. Jika Yuta tidak menahan tangan Johnny, mungkin sudah babak belur wajah lelaki bermarga Jung itu.
“Ngomong sekali lagi, gue tampar lo. Liat aja. Gue bakal buktiin, cepat atau lambat, gue akan milikin dia seutuhnya dan bahkan gue bisa sampe satu rumah sama dia.” Ucap Johnny membuat Jaehyun dan Yuta tertawa kencang.
Ini udah ke-lima puluh dua kalinya, Johnny mengucapkan kalimat itu. Lagipula, Jaehyun dan Yuta tau, segimanapun Johnny mencoba, Ten nggak akan pernah mau sama Johnny. Jaehyun dan Yuta bagian tertawa aja, sih.
Saat ini sudah sampai dipercobaan ke-enam puluh sembilan dan masih saja menjadi cerita lama bagi Yuta dan Jaehyun.
“Gue bakal buktiin, Ten bakal takluk dipercobaan ke-tujuh puluh gue, Yut, Jae.” Ucap Johnny dengan semangat yang membara pada tubuhnya. Besok, Ten pasti jatuh dan Johnny bakal memiliki Ten seutuhnya. Biar saja kedua sahabatnya itu terus menerus meremehkan dirinya.
Pagi pagi sekali, Johnny memencet tanda video call pada nomor Jaehyun dan Yuta. Ia bermaksud untuk melakukan group video call dengan kedua sahabatnya. Kedua orang itu, harus tau lebih dulu, cerita baru dan cerita bahagianya ini.
“Gue punya cerita baru dan bahagia buat lo berdua.” Ucap Johnny dengan wajah yang berseri, tidak seperti biasanya.
“Tentang percobaan ke-tujuh puluh lo? Basi kali Jo, paling juga ditolak lagi kayak cerita lama.” Celetuk Yuta membuat Jaehyun tertawa dan mengangguk setuju dengan ucapan Yuta.
Johnny menggeleng dan tersenyum, bahkan ia tertawa kencang akibat ucapan Yuta yang salah besar.
Kemudian, Johnny mengarahkan kamera ponselnya ke arah kanan dimana di sana terlihat tubuh kaku Ten yang sedang terbaring di sebelah Johnny. Tubuh milik Ten yang sudah diawetkan terlebih dahulu oleh Johnny bahkan sudah terbalut dengan pakaian cantik ditambah riasan make up agar wajah Ten terlihat lebih segar, seakan-akan tubuh itu masih hidup seperti sebelum-sebelumnya.
Melihat kedua sahabatnya tercengang tanpa respon. Johnny melantunkan tawa nyaring kemudian tersenyum lalu berkata, “Kan, gue bilang apa, gue pasti milikin Ten dan satu rumah sama Ten.”
@roseschies