that feeling only belongs to you

Hendery yang baru saja membeli minum untuk dirinya dan sang adik langsung berjalan menuju Haechan yang sudah duduk manis dipinggir.

Kedua orang tuanya sedang mencari makanan untuk mereka makan nantinya sekalian jalan jalan di sekitar. Memamg Hendery dan Haechan yang memilih untuk tinggal disini.

Hendery duduk di sebelah Haechan kemudian memberikan satu botol yang sebelumnya sudah dibukakan oleh Hendery pada Haechan. “Nih. Semangat banget de.”

Haechan mengambil botol tersebut lalu meminum hampir setengah lebih botol minum tersebut lalu terkekeh. “Lumayan bisa sedikit melepas penat.”

Hendery mengangguk ikut setuju.

Keduanya diam hanya memandang lautan lepas yang sedang tenang di depannya itu.

Haechan menyunggingkan senyuman kecil di bibirnya setelah satu memori terlintak di kepalanya.

Namun, ia cepat cepat menggelengkan kepalanya untuk melupakan kejadian yang baru saja ia ingat.

“Bang.”

“Hm?” Hendery menyauti panggilan adiknya tanpa menghadap kearah adiknya. Keduanya sama sama sedang terlena dengan pandangan lepas seperti ini.

“Gapapa.” Jawab Haechan kembali menutup mulutnya.

“Kalo ada yang mau dibicarain, ngomong aja de. Abang dengerin kok.”

Haechan mengangguk tapi tidak kunjung membuka mulutnya.

“Bang, kalau gue suka sama orang. Lo marah nggak?”

“Hah? Ya ngapain gue marah. Perasaan lo kan punya lo bukan punya gue.”

“Kalo orangnya lo kenal, gimana?”

“Ya bagus dong. Bukannya berarti gue kenal banget sama dia?”

Hendery tidak ingin bertanya siapa orangnya. Yang pasti, Hendery sudah memegang jawaban pasti di dalam pikirannya. Siapa lagi? Semua orangpun bisa melihat hal tersebut.

Haechan mengangguk-angguk. “Iya bener juga.”

“Widiihhh, dedenya abang udah gede yaaa.”

“Emang??!!”

“Lo tuh masih keliatan kecil aja di mata gue de. Hahaha. Tapi kalo besok besok lo mau ceritain tentang rasa suka lo, orang yang lo suka, atau bahkan sakit sakitnya memiliki perasaan suka. Lo boleh berbagi sama gue de.”

Haechan mengangguk.

Andai Hendery tau apa yang sebenarnya sedang terjadi. Mungkin, bukan ini jawaban yang keluar dari mulut Hendery.

Perbincangan antara Haechan dan Hendery akhirnya diinterupsi oleh Johnny yang tiba tiba datang merusuh diantara dua anaknya.


@roseschies